Revitalisasi Ekosistem Bahasa Daerah sebagai Identitas Kebangsaan
Di tengah derasnya arus globalisasi dan dominasi komunikasi bahasa asing di ruang publik, pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah melalui jalur pendidikan formal menduduki posisi strategis dalam kebijakan kebudayaan nasional tahun 2026. Berbagai satuan pendidikan di seluruh provinsi diwajibkan menyelenggarakan muatan lokal bahasa daerah secara interaktif, melibatkan para sastrawan lokal, tetua adat, serta pemanfaatan kamus digital multibahasa yang mudah diakses oleh anak muda. Pembelajaran bahasa daerah tidak lagi diajarkan secara kaku melalui hafalan tata bahasa kuno, melainkan melalui pementasan teater tradisional, lomba penulisan puisi daerah, hingga pembuatan konten kreator digital berbahasa ibu. Langkah progresif ini berhasil menekan laju kepunahan ratusan bahasa daerah di Nusantara akibat kurangnya penutur di kalangan generasi milenial dan Gen Z. Dengan menguasai bahasa daerah, para siswa tidak kehilangan akar budaya leluhur mereka, sekaligus memperkokoh kebanggaa...